Pembangunan Pendidikan dan Nasionalisme

Posted on February 5th, 2009
Published in Opinion
Share/Bookmark

Oleh R. Idris Musa

Indonesia adalah sebuah negara yang luas dan kaya akan sumber daya alam. Tidak mudah membangun Indonesia dengan ribuan pulau dan jutaan penduduknya yang sebagian besar masih rendah dalam tingkat pendidikan ataupun penghasilan. Terlebih lagi, bila masyarakat dan pemerintah tidak saling mempercayai dan tidak saling mendukung dalam proses pembangunan bangsa. Untuk mengubah dan membawa Indonesia menuju negara yang berkembang baik dalam pola pikir maupun kesejahteraan rakyat adalah sebuah pekerjaan yang tidak mudah dan tidak dapat dilakukan dalam waktu yang singkat. Ada begitu banyak aspek yang harus diperbaiki dan dari sekian banyak aspek tersebut, ada dua hal yang pantas dikedepankan yaitu pendidikan dan nasionalisme.

Pendidikan bukan hanya masalah mencari sertifikat atau ijazah, ataupun pengakuan. Pendidikan adalah bekal seseorang ataupun suatu kelompok untuk maju. Pendidikan tidak hanya sebatas pendidikan di sekolah, tetapi juga melingkupi pendidikan di luar sekolah. Pendidikan formal dan non-formal, pendidikan akademis dan non-akademis, pendidikan otak dan mental. Bila masyarakat Indonesia bisa memaknai pentingnya sebuah pendidikan, tentu negara ini tidak akan selalu terpuruk dalam kesulitan. Dengan pendidikan, pola pikir bangsa akan semakin maju. Dengan pendidikan, bangsa ini bisa mengurangi ketergantungan dengan negara lain dalam hal teknologi. Dengan pendidikan, akan mengeliminir ”kesemrawutan” dan keresahan sosial. Sebagai contoh kecil, bila seseorang itu berpendidikan, baik akademis maupun non-akademis, ia tidak akan membuang sampah sembarangan yang menyebabkan saluran air buntu dan akhirnya menyebabkan banjir. Bila seseorang berpendidikan, ia tidak akan menentang sesuatu dengan kekerasan karena ia tahu kekerasan hanya akan manambah masalah. Bila seseorang berpendidikan, ia bisa menciptakan penemuan –penemuan yang berguna, yang bisa membangun perekonomian bangsa, seperti di bidang pertanian maupun teknologi informasi. Dengan pendidikan, seseorang akan mengerti apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak.

Untuk itu, pemerintah harus menghargai pendidikan dan rakyat harus berprestasi dalam pendidikan. Pemerintah harus menyalurkan 20% dari anggaran negara untuk pendidikan sebagai amanat Undang-Undang Dasar, bahkan lebih bila mungkin. Pemerintah harus memberikan hak rakyat untuk memproleh pendidikan dan itu adalah kewajiban negara untuk memenuhinya. Lalu bagaimana dengan kewajiban rakyat? Rakyat harus bisa berprestasi, tidak bisa tidak. Tiap individu harus bisa menunjukkan bahwa mereka benar – benar memanfaatkan dengan baik pendidikan yang ada. Individu yang malas dan tidak berprestasi harus diberi tindakan yang tegas, seperti dikeluarkan ataupun diberi sangsi, contoh sederhana bagi mahasiswa ataupun pelajar sekolah yang melakukan plagiarisme.

Muncul kemudian pertanyaan yang lain, bagaimana setelah target pendidikan terpenuhi? Bagaimana mengatasi pengangguran dan membangun desa – desa terpencil? Sebagian besar lulusan perguruan tinggi ataupun sekolah saat ini hanya memikirkan gengsi dan gaya hidup. Lebih memilih ke kota besar daripada kota kecil. Padahal, mereka bisa mendapatkan pekerjaan di kota – kota kecil atau di pedesaan, untuk kemudian membangun desa tersebut. Tapi hal ini harus didukung oleh pemerintah. Misal, pemerintah hendaknya membangun sebuah institusi yang mengakomodasi para cendekiawan muda. Dibentuk sebuah kelompok pelajar atau cendekiawan. Selanjutnya, mereka dikirim ke pedesaan dan daerah terpencil untuk membangun desa – desa tersebut. Bila berhasil, mereka akan mendapatkan bonus penghasilan atau insentif di luar penghasilan tetap. Begitu juga untuk desa tersebut, bila berhasil maju, maka desa tersebut akan mendapatkan anggaran dana yang lebih dari pemerintah untuk pembangunan. Ini adalah bentuk persaingan sehat. Tiap daerah, bahkan yang terpencil sekalipun, akan berusaha untuk maju. Para pelajar semakin termotivasi untuk membangun daerah – daerah terpencil. Pengangguran juga bisa dikurangi. Pertanyaannya apakah para pelajar tersebut mau beranjak ke desa atau daerah terpencil?

Oleh sebab itu diperlukan rasa nasionalisme. Membangun rasa nasionalisme sangatlah penting karena bangsa dan negara hanya bisa dibangun oleh rakyat yang merasa memiliki dan ingin membangun negerinya. Tapi, semua ini tidak akan bisa dilakukan bila para pelajar dan masyarakat tidak punya rasa nasionalisme yang tinggi atau tidak ada keinginan untuk membangun bangsa demi kemajuan bersama. Pembangunan Indonesia akan bisa terlaksana bila rakyat, termasuk kaum terpelajar dan pemerintah, mempunyai keinginan untuk membangun, berbakti, berkarya dan mencurahkan jiwa raga untuk bangsa dan negaranya.

Pembangunan rasa nasionalisme adalah pekerjaan yang sangat penting. Pemerintah maupun rakyat harus bisa mempunyai rasa kebanggaan akan bangsa dan negaranya. Pemerintah juga harus bisa membangkitkan rasa nasionalisme tersebut, melalui pemberian materi pelajaran, pelaksanaan festival, promosi budaya dan atau dengan hal lain. Apabila rakyat tidak lagi punya rasa nasionalisme, pembangunan di negeri ini akan terhenti karena tidak ada yang ingin berbakti dan berkarya untuk negara dan bangsanya. Rakyat pergi, pemerintah asyik sendiri, negarapun akhirnya mati. Inilah yang akan terjadi bila rasa Nasionalisme tidak ada lagi.

Dengan modal pendidikan dan rasa nasionalisme yang tinggi, Indonesia akan maju. Entah kapan hal tersebut akan terwujud, tergantung rakyat Indonesia itu sendiri. Apakah mereka bisa menghargai pendidikan dan membangun kecintaan pada bangsanya yang mulai pudar ini?

R. Idris Musa adalah salah seorang contributor writer bagi Jangkang Research Institute.

13 users Commented In "Pembangunan Pendidikan dan Nasionalisme"

  1. Idris Musa wrote

    on February 11th, 2009 at 16:07
    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.14 on Windows Windows XP

    Benar, Indonesia adalah sebuah harga mati. Tidak bisa dipecahkan. Indonesia harus tetap satu, karena dengan bersatu itulah suatu negara bangsa bisa menjadi maju dan berkembang. Bila ada kelompok-kelompok yg ingin keluar dari NKRI karena tidak puas, tidak sejahtera dan tidak merasa diberi keadilan, berarti mereka sama dengan hanya mengutamakan kepentingan sendiri, tidak melihat secara luas. Apakah kemudian dalam satu negara bangsa, semua rakyatnya harus sejahtera?harus dipuaskan keinginannya?Tidak, dalam suatu pembangunan ataupun perjalanan hidup, pasti ada kelompok-kelompok yg diuntungkan dan dirugikan,pasti ada yg lemah dan yg kuat,tidak semua bisa menjadi kuat,sehat,damai,sejahtera,dan bergelimang uang.

    Membangun satu negara bangsa hanya bisa dilakukan bila semua rakyat bersatu dan bangga akan negara bangsanya. Tidak bisa tidak. Bila ada satu insan Indonesia yg berpikir dan bertanya,”apa yg patut dibanggakan dari Indonesia??”, mungkin individu tersebut harus lebih belajar banyak tentang sejarah dan budaya Indonesia, bisa dari buku,televisi,atau mungkin bertanya pada kakek nenek mereka yg mungkin telah ikut berjuang mati-matian untuk menyatukan INDONESIA.

  2. Winarto wrote

    on February 12th, 2009 at 16:17
    Using Internet Explorer Internet Explorer 7.0 on Windows Windows Vista

    “Apakah kemudian dalam satu negara bangsa, semua rakyatnya harus sejahtera?harus dipuaskan keinginannya?Tidak, dalam suatu pembangunan ataupun perjalanan hidup, pasti ada kelompok-kelompok yg diuntungkan dan dirugikan,pasti ada yg lemah dan yg kuat,tidak semua bisa menjadi kuat,sehat,damai,sejahtera,dan bergelimang uang”

    Lalu dengan jawaban “TIDAK” itu, kasihan betul salah satu bangsa yang bergabung di Bangsa Indonesia ini? kasihan betul bangsa yang harus lemah,bangsa yang dirugikan
    Dan beruntung betul bangsa yang bergabung di Bangsa Indonesia yang berada pada posisi yang diuntungkan, dan menjadi bangsa yang kuat.

    Lalu, dimana “Kesejahteraan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia?”

    Dimana “Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia?”

    Kalau dengan bergabung di Bangsa Indonesia, namun harus berada posisi yang dirugikan, posisi yang lemah, lalu apa yang bisa dibanggakan dari Berbangsa Indonesia? sedangkan kesejahteraan dan keadilan sosial saja tidak diperoleh.

  3. Idris wrote

    on February 16th, 2009 at 14:51
    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.14 on Windows Windows XP

    Kesejahtreraan sosial mempunyai banyak arti: sejahtera dalam tingkat sosial seperti apa,dimana,bagaimana,etc. Sosial sendiri mengandung makna yg berbeda-beda. Apakah kesejahteraan sosial itu hanya berarti hidup semua rakyat menjadi kaya, makmur, dan banyak uang? tidak. Itu bisa juga berarti bahwa tiap manusia di Indonesia punya tempat berlindung, berpakaian, dan bisa makan. Bila anda hanya melihat banyak orang miskin di Indonesia, banyak pengemis, anda juga harus melihat mengapa hal tersebut bisa terjadi? Apakah itu semata-mata kesalahan Pemerintah? Bila ada sebagian masyrakat hidup dalam kemiskinan, apakah itu mutalk kesalahan pemerintah? Mutlak kesalahan menjadi bagian dari Indonesia? Kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia terletak pada tingkat kesejahteraan nasional, bukan sekelompok atau segelintir orang.

    Bila anda kemudian berkata mengapa Indonesia tidak meniru negara-negara tetangga seperti Malaysia,China,Jepang,atau mungkin Australia? Berarti anda terlalu sempit berpikir, dan anda belum pernah melawat negara-negara tersebut. Pengemis dan masyarakat miskin juga banyak terdapat di negara-negara yg lebih maju. Tetapi mereka tidak menuntut untuk memisahkan diri dari negara mereka karena mereka sadar keadaan mereka bukan semata-mata kesalahan pemerintah atau negara banga mereka. tetapi,juga terletak pada kesalahan mereka yg tidak mau berusaha lebih keras, baik dalam hal belajar maupun bekerja.

    Lalu dimana keadilan sosial? sama dengan kesejahteraan, pertanyaan nya adalah keadilan yg bagaimana yg anda inginkan dan anda maksud? Apakah adil itu berarti semua rakyatnya sama rata dalam berpenghasilan dan bergaya hidup? Bila semua rakyat berpenghasilan yg sama,mempunyai tingkat hidup yg sama,hal tersebut justru menimbulkan bentuk ketidak adilan yg lebih parah. Sebagai contoh kecil, bila anda seorang manager perusahaan,apakah anda bersedia untuk digaji sama dengan bawahan anda?

    Kesejahteraan dan keadilan sosial suatu negara bangsa, dalam hal ini Indonesia, tidak hanya terletak dalam bentuk yg nyata,dapat dilihat, tetapi juga dapat dilihat berdasarkan sistem ekonomi dan pemerintahan didalam negara tersebut. Institusi-institusi yg didirikan dan juga manusia-manusia yg hidup didalamnya. Apakah mereka ingin belajar maju atau hanya menunggu untuk diberikan kehidupan yg lebih baik. Bila hanya menunggu dan diberi, jangan salahkan bila kemudian manusia tersebut hidup dibawah rata-rata. Karena, Tuhanpun tidak akan memberi kehidupan yg lebih baik bagi hamba-Nya yg tidak mau berusaha dan bekerja keras.

    Cheers,

  4. Yodie wrote

    on February 17th, 2009 at 15:12
    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0.6 on Windows Windows XP

    Benar, Indonesia adalah sebuah harga mati. Tidak bisa dipecahkan. Indonesia harus tetap satu, karena dengan bersatu itulah suatu negara bangsa bisa menjadi maju dan berkembang. Bila ada kelompok-kelompok yg ingin keluar dari NKRI karena tidak puas, tidak sejahtera dan tidak merasa diberi keadilan, berarti mereka sama dengan hanya mengutamakan kepentingan sendiri, tidak melihat secara luas. Apakah kemudian dalam satu negara bangsa, semua rakyatnya harus sejahtera?harus dipuaskan keinginannya?Tidak, dalam suatu pembangunan ataupun perjalanan hidup, pasti ada kelompok-kelompok yg diuntungkan dan dirugikan,pasti ada yg lemah dan yg kuat,tidak semua bisa menjadi kuat,sehat,damai,sejahtera,dan bergelimang uang.

    Bung Idris, anda seorang nasionalis?

    Bila ya, Anda seorang nasionalis yang “kejam” menurut saya. Anda melegalkan/menghalalkan/membiarkan ada kelompok yang dirugikan.

    Kalau begitu Anda setuju dengan tanah kelahiran saya (Aceh) dihisap kekayaannya atas nama “pembangunan” karena tujuannya untuk “kebaikan bersama”? Dan menganggap rakyat Aceh (dulu, entah sekarang) tidak “nasionalisme” karena membangkang dari Indonesia?

    Nasionalisme buta. Sangat buta!

    Berapa banyak rakyat Aeh mati atas nama “pembangunan”? Atas nama “stabilitas keamanan”?

    Nasionalisme itu cuma bikin kenyang Pulau Jawa! Bukan Aceh! Juga Papua dan (syukurlah) Timor Timur!

  5. Winarto wrote

    on February 17th, 2009 at 17:55
    Using Internet Explorer Internet Explorer 7.0 on Windows Windows Vista

    Seperti yang Sdr. Yodie katakan, sudahkan mencapai kesejahteraan sosial dan keadilan sosial bangsa yang bernama Indonesia ini? apakah tidak salah kalau mereka (yang disebut Yodie) ingin keluar dari ikatan Bangsa ini?

    Bagaimana ukuran kesejahteraan dan keadilan sosial? tentu berdasarkan kewajiban dan hak warga negara yang diatur oleh Undang-Undang Dasar. Kalau salah satunya hak pendidikan, apakah semua warga negara memperoleh pendidikan? tidak bisa dipungkiri, masih ada warga negara yang belum memperoleh pendidikan yang semestinya.

    Kalau salah satunya hak kesehatan, apakah semua warga negara memperoleh pelayanan kesehatan yang layak? tidak bisa dipungkiri, masih ada warga negara yang belum memperoleh pelayanan kesehatan yang layak.
    Tentu bukan hanya kedua hak itu saja kan?

Feel Free to join our discussion

Don't hesitate to write your opinion here

 Name (*required)

 Email (*required)

 Website (*optional)

If you enjoy the post, please subscribes to our main feeds

Sticky Post:
Be free to write any comment, as long it is polite and factual. Each comment will have to go through the moderation process before it can be shown, so there is no need to resubmit your comments. You can also show your photo, favorite picture, or logo every time you write a comment here. Sign up at Gravatar.com and follow the instructions provided.

Recent Echo

Most Echoed

BBC News Links

Partner Links