No Woman, No Change
Oleh SUNNY BOY BATUBARA
Menghitung hari dalam rangka menyambut datangnya Pemilihan Umum 2009, pastinya di sekitar kita akan banyak kegiatan yang datang tiba-tiba,
entah itu rapat, acara aksi sosial, diskusi publik, dan lain sebagainya. Semua bermuara pada pencarian dukungan suara. Salah satu dari banyak agenda kegiatan yang muncul adalah Forum Perempuan Lintas Partai dengan tajuk No Woman, No Change, yang terselenggara di Denpasar tanggal 22 Desember 2008.
Forum yang diinisiasi oleh International Republican Institute yang berslogan “advancing democracy worldwide” ini diselenggarakan oleh kelompok perempuan dari berbagai partai di Bali yang telah mengikuti pelatihan IRI. Adapun kegiatannya menampilkan seminar, sesi tanya jawab antara perempuan dengan calon legislatif dalam dialog-dialog mereka.
Pembahasan serta dialog yang muncul dalam forum tersebut meliputi bagaimana cara meraih kuota 30 persen, mempresentasikan pandangan-pandangan mereka tentang isu politik kelompok laki-laki, banjir di Denpasar, adanya fenomena golput, sampai kontroversi Undang-Undang Pornografi yang secara nasional masih “renyah” pembicaraannya di kalangan praktisi politik dan pemerhatinya.
Terdapat sejumlah nama-nama tokoh pada forum tersebut, seperti Santy Sastra, Ida Ayu Udiyani, Putu Elly, dan Nyoman Sukertiasih. Mereka menyampaikan pendapatnya terkait program-program yang akan direalisasikan oleh forum ini untuk masyarakat luas, yaitu:
- Menginformasikan kepada masyarakat, bahwa melalui forum ini diharapkan kelompok perempuan baik yang apolitis maupun tidak, dapat tersalur aspirasi politiknya melalui kendaraan politik dengan menjadi anggota partai.
- Dalam rangka kegiatan solidaritas dengan pengertian memberikan dukungan saran serta semangat untuk kelompok perempuan dalam meraih kuota suara 30 persen.
- Memberikan ketegasan berkomitmen dalam dunia politik bahwa suksesnya pemilu harus mengikutsertakan suara perempuan. No Woman, No Change!
SUNNY BOY BATUBARA adalah Direktur Jangkang Research Institute.














tetot wrote
se7 BGT perempuan indonesia juga butuh ruang untuk berbicara dan berekspresi !!! pemilu tanpa keterlibatan perempuan g rame deh…. he”"
hello pren, kangen diskusi ma dirimu meski kadang” g jelas juga ujung pangkalnya…. i WISH proposalku bs ktrima so we meet in BALI !!!!
Sunny wrote
Hallo…., prends…., long time no see!!! ya dong perempuan harus bergerak dan membuat movement-movement sehingga nantinya diharapkan kebijakan2 yang lahir tidak meminggirkan mereka namun ikut mewarnai tidak juga untuk menjegal kelompok laki-laki ataupun menyalakan brdasarkan mitos bahwa laki-laki selalu mempunyai kuasa untuk mempimpin perempuan.,,, padahal masalah gender hanyalah masalah konstruksi sosial atau sederhananya masalah kebiasaan yang berulang itu berarti segalanya dapat dirubah. …………, akhir kata: From Bali, Through Its Wisdom for the World