Mengupas Peran Pemuda Partai Dalam Menyokong Kesinambungan Pembangunan
Oleh Winarto
Sebagai salah satu komponen berbangsa dan bernegara, pemuda (pemaknaannya mencakup pemuda dan pemudi) memiliki peran sentral dalam pembangunan suatu bangsa. Telah menjadi fakta sejarah, bahwa tumbuh dan berkembangnya suatu bangsa tidak bisa dilepaskan dengan peran pemudanya. Gerakan-gerakan semasa perjuangan merebut kemerdekaan hingga saat ini, andil dan peran pemuda senantiasa mengiringi perjalanan bangsa Indonesia.
Dengan berangkat dari pemikiran tersebut, penting untuk membekali pemuda untuk terus menjalankan perannya. Dengan memanfaatkan wacana perpolitikan di Indonesia, terutama pasca Pemilihan Umum Legislatif dan menyongsong Pemilihan Presiden Juli 2009, International Republican Institute mengadakan sebuah kegiatan yang disasarkan untuk pemuda partai politik bertajuk “Party Youth Development and Constituent Outreach Program“. Kegiatan tersebut digelar pada tanggal 6 Juni 2009 di Ruang Bangli, Sanur Paradise Plaza Hotel. Program ini juga didukung oleh The National Endowment for Democracy.
Training sehari ini dijadwalkan akan dimulai pada pukul 09.00 WITA. Namun, registrasi untuk peserta sudah dilakukan sejak pukul 08.00 WITA. Satu per satu perwakilan pemuda partai politik tiba di lokasi dan disambut oleh Pak Giriyasa, fasilitator IRI di Bali. Tercatat perwakilan-perwakilan pemuda partai politik/sayap partai politik menghadiri training sehari tersebut, seperti Partai Demokrat, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai GERINDRA, Partai Keadilan, Partai Bulan Bintang dan Partai PNI Marhaen dan beberapa partai lainnya. Tidak semua perwakilan partai peserta pemilu menghadiri acara training tersebut.
Training dimulai pada pukul 09.30WITA, terlambat 30 menit dari yang dijadwalkan. Dibuka dengan sambutan oleh perwakilan dari IRI. Tidak begitu lama sambutan yang diberikan, karena langsung diberikan kepada fasilitator training tersebut, yaitu Muhammad Hanif Dhakiri, yang pada Pemilu 2009 ini terpilih sebagai Anggota DPR RI terpilih dari PKB untuk Daerah Pemilihan Jawa Tengah X yang meliputi Kabupaten Pekalongan, Pemalang, Batang dan Kota Pekalongan.
Hanif Dhakiri, demikian sapaan fasilitator training IRI kali ini. Hanif akan menjadi fasilitator tunggal mulai dari sesi pertama hingga keempat, sesuai dengan jadwal acara. Pembagian topik pada sesi-sesi yang telah dijadwalkan, dikupas kembali oleh Hanif melalui sebuah diagram alir. Pertama, berbicara mengenai peran pemuda partai, dilanjutkan dengan bagaimana meraih dukungan dari partai politik, diikuti oleh sesi penjangkauan dan pelayanan konstituen serta akan diakhiri dengan sesi apa yang harus dilakukan oleh pemuda partai politik setelah mengikuti training yang dilakukan IRI kali ini.
Sesi Per Sesi
Pada sesi yang pertama, Hanif Dhakiri mengajak peserta untuk melakukan brainstorming mengenai peranan pemuda partai terutama di partai peserta training masing-masing. Kemunculan pemuda partai/organisasi sayap partai dapat dikarenakan keputusan partai yang bersangkutan. Pemuda partai/organisasi sayap dinilai perlu dalam mendukung keberlangsungan hidup partai politik sebagai sebuah induk organisasi. Meski demikian, ada pula organisasi pemuda partai politik yang harus lahir karena diaspirasi dari bawah, yang kemudian ditindaklanjuti dengan pengabsahan oleh organisasi induknya. Begitu banyak dinamika yang dapat ditemui.
Pada bagian kedua, Hanif Dhakiri mengajak para peserta untuk berbagi pengalaman mengenai realitas pemuda partai saat ini. Ada banyak yang memberikan masukan. Ada yang berkomentar hubungan pemuda partai dengan induknya sudah serasi, ada yang menilai komunikasi belum maksimal, hingga karena dianggap sebagai junior, pemuda partai belum banyak dilibatkan dalam pengambilan keputusan strategic partai politik. Kalau pun dilibatkan, hanya pada teknis/pelaksana di lapangan saja. Dengan demikian, meskipun banyak memberikan ide-ide kreatif, ide tersebut kurang didengar oleh pengurus induk partai. Di samping itu, apresiasi atas kerja yang dilakukan pemuda partai politik belum mendapat perhatian yang serius dari induknya. Sekali lagi, dinamika keorganisasian masing-masing pemuda partai politik sangat beraneka ragam serta berbeda-beda.
Pada bagian ketika, adalah sesi yang berguna untuk bagaimana meraih dukungan dari partai politik. Sebagai badan yang bernaung di organisasi induk dan secara realita masih memiliki kelemahan serta kekurangan dukungan, pemuda partai politik perlu mencari langkah-langkah yang tepat sebagai upaya meraih dukungan dari organisasi induknya. Untuk itulah, pemuda partai perlu memetakan potensi-potensi yang dimiliki serta peluang yang bisa diraih. Tentu sebagai generasi muda, peluang untuk meneruskan perjuangan di partai politik masing-masing sangatlah terbuka lebar, juga berbagai macam potensi yang dimiliki oleh kaum mudanya perlu untuk terus digali, diasah, dilatih dan diberdayakan.
Pada bagian akhir, apa selanjutnya yang perlu dilakukan oleh pemuda partai politik? Tidak lain dan tidak bukan adalah kembali bekerja di partai masing-masing untuk terus membangun dan membesarkannya, juga menjalin relasi yang harmonis dengan internal partai maupun antar partai. Sebagai tindak lanjut dari training IRI fase pertama pada Desember 2008 yang lalu, sebenarnya telah dibentuk Forum Komunikasi Pemuda Lintas Partai Provinsi Bali dan dideklarasikan pada 14 Januari 2009 di Renon, Denpasar. Akan tetapi, forum yang telah dibentuk ini belum terstruktur dengan jelas. Oleh sebab itulah, pemuda partai yang ada di Bali sangat diharapkan berperan aktif dalam forum komunikasi tersebut.














Masduki Sabil wrote
Pemuda adalah pemimpin masa depan,berilah aku seribu orang tua maka aku tdk bs apa2.berilalah aku 10 pemuda maka gunumg semeru akan aku pindah
admin wrote
Bagus sekali perumpamaannya